Rick Hanes, Gitar Indonesia Yang Mendunia

Bagi anda pecinta musik dan alat musik, khususnya para gitaris, memiliki gitar bermerek dengan harga selangit adalah dambaan atau impian. Karena itu ada sederet merek gitar, seperti Ibanez, Gibson, Fender, Yamaha, Ovation, Hofner dan lain sebagainya. Namun tidak banyak yang mengenal gitar dengan merek RICK HANES atau Rockstone.


    Rick Hanes, gitar elektrik buatan dalam negeri ini berbeda dengan jenis gitar elektrik lainnya. Gitar Rick Hanes tidak menggunakan efek untuk menghasilkan distorsi nada. Namun, gitar jenis ini sebagai penghasil suara menggunakan gadget, kebetulan adalah gadget keluaran Apple.

    Berkat inovasi itulah yang mengantarkan gitar  produksi Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo tersebut mendapat tempat terhormat dalam belantika musik dunia. Hal ini terlihat dari prestasi yang di raih gitar Rick Hanes dalam salah satu event tahunan, Rick Hanes meraih 4 gelar dan predikat Guitar of The Year 2012 oleh www.guitar-planet.co.uk, setelah mengalahkan 362 jenis gitar dari 52 merek gitar ternama. Rick Hanes berhasil menggusur Gibson, Fender, dan Ibanez yang lebih dulu dikenal di dunia. Gitar Rick Hanes yang menyabet juara antara lain :

1. Juara Pertama adalah Rick Hanes Chris Bickley DR Pro (sebagai Guitar of The Year 2012)



2. Juara kedua Rick Hanes Avenix


3. Juara ketiga adalah Rick Hanes DR Medium


Begitu juga dengan gitar tipe Rick Hanes Chris Bickley DR Pro menyabet juara kategori Artist Series atau Artist Signature Guitar of The Year 2012.


Di balik kesuksesan Gitar Rick Hanes, adalah lelaki bernama Doddy Hernanto atau akrab dipanggil Mr. D. Dalam menciptakan karyanya ini Mr. D dibantu adik iparnya, Tommy Kaihatu. Dimana usaha yang dijalankannya baru 2 tahun itu bisa bersaing dengan brand ternama yang ada didunia. Mr. D selaku VP Artist Relationship and Business Development, Rick Hanes, menyatakan, gitar yang diproduksi lima seri tersebut fokus mengincar pasar Amerika dan Eropa sehingga penghargaan ini merupakan kebanggaan tim produksi Rick Harnes. Pada salah satu gitar Rick Hanes, Mr D juga menggabungkan sebuah gadget dengan gitarnya.


     “Dalam kontes itu, gitar dipilih berdasar design atau estetikanya, sound dan play ability. Ini semua yang dimiliki Rick Hanes. Dan tak salah, Rick Hanes ini juga menjadi pilihan gitaris nasional dan dunia. Untuk menjaga kualitas, kata Doddy pabrik gitar biasanya menerapkan tiga hal penting dalam produknya. Yakni, play ability, sound character, dan estetika. Namun, baginya, itu belum cukup. Karena pihaknya juga menambahkan dua unsur yang tidak kalah penting. Yaitu, durability dan strength. Begitu juga dalam teknologi, mereka ingin menjadi pionir sebagai produsen gitar canggih. Karena itu, Doddy selalu memberikan space dalam produknya untuk dihubungkan dengan teknologi terkini. Yang terbaru, mereka bekerja sama dengan Seymour Duncan, perusahaan pembuat teknologi gitar dan efek ternama asal AS. 

      Teknologi itu sudah dirasakan banyak gitaris andal Indonesia. Di antaranya, dewa gitar Indonesia I Wayan Balawan atau akrab disapa Balawan, Taras Bistara gitaris TRIAD, Aji Broken Bone, Donny Suhendra, Irul Five Minute dan lainnya. Bahkan Buddy Blaze yang juga perancang gitar Jimmy Page dari Led Zeppelin, sudah berkunjung ke pabrik kami di Tambak Sawah dan memuji serta mengaguminya,” ujar Mr D, pemusik yang dikenal dengan permainan slapping typing atau permainan gitar satu jarinya. 

     Untuk menjaga kualitas, kata Doddy pabrik gitar biasanya menerapkan tiga hal penting dalam produknya. Yakni, play ability, sound character, dan estetika. Namun, baginya, itu belum cukup. Karena pihaknya juga menambahkan dua unsur yang tidak kalah penting. Yaitu, durability dan strength.

     Mr D yang ditemui di Starbucks Coffee Tunjungan Plaza, Selasa (15/1/2013) ini sangat khawatir jika Rick Hanes karya anak bangsa yang sudah dikenal dunia ini justru jadi tamu di negeri sendiri. Sebab, sebelum Rick Hanes yang di bagian dalam leher gitarnya ditancapkan bahan Carbon Graphite bahan pembuat body pesawat ulang-alik NASA sehingga gitar ini tahan banting dan tak mudah patah meraih predikat juara di Guitar Planet-UK, gitar ini memang diremehkan di negeri sendiri. “Orang akan bangga jika memiliki Ibanez, sementara Rick Hanes dianggap produk lokal tak berkualitas. Tapi kini, dengan predikat juara itu, pihak luar negeri, Inggris, banyak yang membukukan tentang Rick Hanes. Gitar buatan kita ini diakui di dunia. Kita patut bangga, karena berhasil membawa dan mengangkat nama bangsa,” aku Mr D. Sementara di pabrik di Tambak Sawah, untuk membuat batang gitarnya menggunakan mesin buatan Jerman dan ini hanya ada di Jepang dan Indonesia saja. Mesin ini mampu menstabilkan gitar. Begitu juga dengan pewarnaan body gitar, berbeda dari gitar kebanyakan. Tiap gitar memiliki warna dan motif yang berbeda. Karena itu ada disediakan custom guitar dan mass product. Masyarakat pun bisa memilih. 


Jika Rick Hanes dibandrol dengan harga sekitar 1.250 USD, maka untuk anak bangsa bisa memiliki Rockstone yang tak kalah kualitasnya dengan Rick Hanes karena memang satu pabrik. Untuk Rockstone dibandrol dengan harga Rp3 jutaan. Selama dua tahun merintis usaha Rick Hanes, kini tinggal menikmati hasilnya. “Kita sambil jalan selama dua tahun itu terus melakukan ujicoba dan membuat inovasi baru. Memang di negeri sendiri, hasil karya ini belum dikenal luas masyarakat, tapi di luar negeri sudah dikenal. Belum lama ini, Rick Hanes dilirik Kementerian Perindustrian, tapi belum ada tindaklanjutnya.


sumber :



READMORE
 

Avenged Sevenfold (A7X) Kembali Konser di Indonesia


    Setelah sempat batal menggelar konsernya di Indonesia pada bulan Mei 2012 lalu, band beraliran cadas yang beranggotakan M Shadows (vokal), Synyster Gates (gitar), Zacky Vengeance (gitar), Johnny Christ (bas) dan Arin Ilejay (drum), kembali akan menggelar konser di Jakarta
     Pembatalan yang sempat terjadi di tahun 2012 lalu sebetulnya karena terdapat masalah dalam kontrak kerja sama yang merugikan mereka, beberapa jam sebelum dimulai konser pun dibatalkan. Di akhir tahun 2013 tepat pada saat peluncuran video klip Shepherd of Fire, A7X mengungkapkan penyesalannya atas pembatalan konser tersebut dalam akun Facebook-nya. Mereka berjanji akan mengatur ulang jadwal konser dan akan kembali ke Indonesia secepatnya.

     Dan benar saja, beberapa waktu yang lalu A7X akhirnya mengumumkan jadwal konsernya di website mereka www.avengedsevenfold.com dan Indonesia akan menjadi salah satu destinasinya. Bekerja sama dengan promotor Dyandra Entertainment, konser bertajuk “Avenged Sevenfold 2015 Tour of Southeast Asia” akan digelar pada tanggal 18 Januari 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta.





    Band papan atas asal California, Amerika Serikat ini telah menerima banyak penghargaan Diamond, Platinum, dan Gold untuk penjualan album mereka di berbagai negara. Selain itu, A7X juga terkenal sebagai band yang memiliki penampilan spektakuler dalam setiap konser mereka. Setiap konser yang mereka gelar selalu sold out, termasuk konser-konser di arena yang cukup bergengsi seperti Wembley Arena (UK). Hal ini tentu menjadi alasan yang membuat para penggemar A7X sangat menantikan konser Januari mendatang.

      Tiket konser sudah dijual sejak tanggal 6 November 2014 pukul 16.00 dengan harga Presale yaitu VIP Festival Rp.600.000 dan Regular Festival Rp.500.000 (exclude Tax 10% dan biaya administrasi Rp.10.000). Untuk memantau informasi lebih lanjut bisa mengakses website www.dyandraentertainment.com/avengedsevenfold atau Twitter @DyandraEnt.


READMORE
 

Gary Moore, One Of The Blues Legend (In Memorian)

Nama Lengkap        : Robert William Gary Moore
Tempat & Tgl Lahir : Belfast (Irlandia Utara), 4 April 1952
Gitar Yang Digunakan : Hamer, Gibson Les Paul, Fender Stratocaster
Gaya Permainan       : Hard Rock dan Blues Rock
Grup Band Sebelumnya : Skid Row


     Gary Moore adalah salah satu gitaris hard rock yang berpindah haluan ke blues. Bila dibandingkan dengan kebanyakan gitaris blues rock yang lain, Gary bisa dibilang adalah salah satu yang terbaik dalam pemilihan nada. Nada-nada yang dihasilkan sangat penuh dengan emosi, dengan dipadukan sedikit teknik gitar virtuoso. Relatif tak dikenal di Amerika, namun permainannya sungguh luar biasa, permainannya juga banyak mengilhami gitaris-gitaris yang lebih muda seperti Paul Gilbert (Racer-X), Jake E. Lee, Vivian Campbell (Def Leppard), Richie Kotzen, Pay, dll.
Dia pertama kali tertarik dengan musik rock n’ roll setelah menyaksikan penampilan Elvis Presley dan The Beatles. Kemudian dia mempelajari permainan dari dua master gitar rock & blues, Jimi Hendrix dan John Mayall.

Giat bermain gitar dan tampil di beberapa tempat tanpa sengaja bakat bermain gitarnya terlihat oleh Peter Green yang akhirnya menjadi pembimbing musik Gary. Peter Green inilah yang kemudian menjadi pembimbing musik Gary. Green kemudian memperkenalkan Gary pada dunia bisnis musik dan juga pada musisi-musisi yang lebih senior di Irlandia. Kemudian Gary membentuk band pertamanya, Skid Row dan pindah ke Dublin. Pada tahun 1970 dia dan bandnya dikontrak oleh CBS sampai mengeluarkan 3 album. Debut mereka tersebut justru tidak dimulai di kota itu melainkan di London, Inggris. Ternyata album ini cukup diminati di Inggris dan hal tersebut membuat mereka keliling tur beberapa negara Eropa dan Amerika. Meskipun masih menjadi personel Skid Row, Gary juga turut berpartisipasi dalam pembuatan album Heavy Petting milik grup Irlandia, Dr. Stangley. Album kedua Skid Row, 34 Hour menempatkan Skid Row menjadi pemuncak tangga lagu versi majalah Irlandia, New Spotlight. Sayangnya, saat band ini mulai merekam album ketiganya dan merencanakan tur untuk yang ketiga kalinya di Amerika, Gary memutuskan untuk keluar dari grupnya dan bersolo karir pada tahun 1972.


Tahun 1973 merupakan masa yang bersejarah dalam karir Gary. Pasalnya, di tahun inilah ia bersama grupnya, Gary Moore Band (yang beranggotakan Pearse Kelly pada drum dan John Curtis pada bass) merelease album perdananya, Grinding Stone. Di grup ini Gary bertindak sebagai vocalis dan gitaris. Tak hanya itu, ia juga mulai berkolaborasi dengan musisi lain seperti Thin Lizzy sampai Phil Lynnott’s. Gary juga berpartisipasi dalam pembuatan album milik Eddie Howells yang bertitle Gramophone Record (1973). Ia juga kemudian bergabung dalam grup Colosseum II yang beranggotakan Don Airey (keyboard/Deep Purple), Jon Hiseman (drum), dan John Mole (bass). Namun lagi-lagi Gary hanya tampil dalam 3 album yaitu Strange New Flash, Electric Savage, dan Dance War. Dia kemudian memilih bergabung dengan Thin Lizzy yang sedang tur di Amerika juga sebagai band pembuka konser grup rock legendaris, Queen.






Pada periode tahun 1978, Gary tampil dalam 3 karya artis rekaman yang berbeda, Variations milik Andrew Lloyd Webber, Moving Home milik Rod Argents, dan Electric Glide milik Gary Boyle. Di tahun yang sama pula Gary Moore merelease album keduanya (setelah 5 tahun bersolo karir) Back On The Streets yang secara mengejutkan berhasil memasuki Top Ten U.K in May 1979 yang mengandalkan tembang andalan Parisienne Walkways. Kemudian Gary kembali bergabung dengan Thin Lizzy untuk yang terakhir kalinya dan mengeluarkan album, Black Rose. Setelah itu ia kemudian benar-benar bersolo karir.  Dia kemudian merelease beberpa album yang cukup sukses : Corridors of Power (1982), Victims of the Future (1983),  We Want Moore! (1984), Run for Cover (1985), Wild Frontier (1987), dan  After the War (1989). Pada tahun 1983 Gary juga ikut ambil bagian pada album solo Cozy Powell, Octopuss. Album-album solo Gary secara umum berhasil sukses di pasaran. Album Wild Frontier memperoleh penjualan yang bagus dan mendapat pujian dari para kritikus musik dengan melempar 2 hits single Friday on My Mind dan satu lagu instrumentalis The Loner yang mellow namun penuh dengan penjiwaan. Gary juga sempat menghadiri ajang musik rock bertaraf dunia, Monster of Rock! bersama grup-grup cadas macam AC/DC, Van Halen, dan Ozzy Osbourne pada tahun 1984.

Tahun 1990 adalah tahun yang merupakan tonggak bersejarah karena pada tahun inilah nama Gary Moore mulai dikenal lebih luas saat ia mengeluarkan album “Still Got The Blues” yang bernuansa blues rock harmonis. Album tersebut menjagokan hits dengan judul yang sama. Berbeda dengan album-album solo sebelumnya yang bernuansa hard rock, pada album ini Gary lebih menampilkan nuansa blues. Namun permainan bluesnya benar-benar menggetarkan dan mendapat perhatian banyak kalangan. Album ini tercatat juga sebagai album tersukses Gary secra komersil. Dalam album ini juga Gary menampilkan guest star Albert Collins, Albert King, dan George Harison. Setelah itu namanya semakin berkibar diseluruh dunia dengan permainan blues rock yang bernada harmonis.



Album-album berikutnya adalah After Hours (1992), Blues Alive (1982) dan album penghormatan untuk Peter Greeny yang merupakan orang terpenting dalam karir musiknya, Blues For Greeny (1995), Dark Days In Paradise (1997), dan masih banyak lagi album Live dan The Best Hitsnya.
Nama Gary Moore memang masih kalah tenar bila dibandingkan dengan dewa gitar lainnya seperti Eric Clapton, B.B. King, Jimmy Page atau Jimi Hendrix. Namun banyak pihak yang mengatakan bahwa Gary adalah salah satu gitaris blues rock yang terbaik dalam pemilihan nada-nada dan penggunakan teknik gitar.
READMORE
 

Cool Concert - Metallica Live at Antartica

Acara ini digelar dalam sebuah kubah kecil di dekat sebuah heliport di Research Base Carlini .

     Metallica memainkan konser terdinginnya. Konser Metallica ini menjadi mereka band pertama yang tampil di tujuh benua.


     Acara yang berlangsung pada tanggal 8 Desember tersebut diselenggarakan di dekat sebuah heliport di
Carlini  Argentina di King George Island . 10 lagu telah disiapkan oleh Coke Zero untuk dipentaskan dalam sebuah kubah kecil untuk melindungi orang di dalamnya dari angin yang keras dan salju .

     Para penonton terdiri lebih dari 100 termasuk ilmuwan dari seluruh dunia dan 19 pemenang dari kontes Coke Zero di Argentina, Chile, Kolombia, Kosta Rika dan Meksiko . Fans bisa masuk dengan berbagi , pada halaman Twitter, semua demi bisa bergabung dengan ekspedisi sekali dalam seumur hidup bersama salah satu band rock terbesar sepanjang masa ini.



     Para pemenang yang beruntung berangkat dengan kapal pesiar yang dilengkapi khususnya di Tierra del Fuego dan setelah mengambil dalam lanskap indah dan belajar dari para peneliti , mencapai benua beku beberapa hari kemudian .


     Untuk memenuhi program internasional
Antartika untuk melestarikan lingkungan, Metallica memainkan selama satu jam acara tanpa ampli. Audio ditransmisikan ke penonton melalui headphone .

     " Ini adalah acara yang paling unik yang pernah dilakukan Metallica , " band ini menulis di halaman Facebook -nya . " Energi di kubah kecil sangat mengagumkan ! Kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa bahagianya semua orang . "


      Acara ini juga disiarkan secara langsung di Amerika Latin melalui www.coca - cola.tv dan www.coca - cola.fm . Coke Zero akan menyumbangkan peralatan untuk laboratorium baru di dasar Carlini , yang berfokus pada penyelidikan ilmiah dan kerja sama internasional .Silahkan liat video full konsernya disini :


READMORE
 

Marlique Guitar

      Marlique, adalah satu merk gitar lokal yang dibuat oleh Toien Bernadhie R A yang bekerja sama dengan Ridho Hafiedz (gitaris Slank). Marlique adalah salah satu merk gitar ternama yang cukup dikenal luas di tanah air. Marlique pun kini sudah merambah ke luar negeri, mulai dari Australia, Denmark dan negara-negara eropa lainnya. Marlique mulai dikenal luas setelah banyak artis yang diendorse olehnya seperti Edwin Coklat, Ridho Slank, Sony J-Rock’s, Rama Nidji dan Eet Syaharani.
READMORE
 

Orianthi Panagaris, Gitaris Cantik Asal Australia

      Mungkin banyak dari anda yang sudah tidak asing lagi dengan gitaris wanita yang satu ini. Dialah Orianthi Panagaris, seorang gitaris wanita yang namanya melejit setelah berduet dengan Steve Vai dan Carlos Santana.

    Orianthi Panagaris lahir di Adelaide , Australia Selatan, sebagai seorang  keturunan Yunani dan Australia. Orianthi pertama kali belajar piano pada usia tiga tahun kemudian beralih ke gitar akustik pada usia enam tahun.
READMORE
 

Michael Learns To Rock Gelar Konser 3 Kota di Indonesia

  Jakarta - Band sweet pop rock asal Denmark, Michael Learn To Rock (MLTR) akan menggelar konser di tiga kota besar di Indonesia, yakni Balikpapan, Yogyakarta dan Surabaya.

   Jascha Ritcher, Mikkel Lentz dan Kare Wanscher akan menyapa penggemarnya di Balikpapan pada 29 November 2012 di Balikpapan Dome. Di Yogyakarta konser akan digelar pada 1 Desember 2012 di Yogyakarta Grand Pasific dan di Surabaya akan digelar pada 4 Desember 2012 di Surabaya Gramedia Expo. Jadwal tour MLTR di Indonesia juga bisa anda lihat di situs resmi MLTR di http://www.mltr.dk.
READMORE
 

15 Desember Guns n Roses Siap Gebrak Jakarta

    Bagi anda penggemar band rock Guns n Roses, bersiap-siaplah karena pada tanggal 15 Desember 2012, band yang digawangi oleh Axl Rose ini akan menyapa penggemarnya di Indonesia. Band yang dibentuk pada tahun 1985 ini akan menggelar konsernya di lapangan D'senayan Jakarta.

      Kepastian konser Guns n Roses di Jakarta ini sudah diumumkan oleh LAMC Production selaku promotor acara dan juga oleh sang vokalis Axl Roses melalui akun twitter pribadinya.

READMORE
 

Satu Lagi Personel Be Gees Tutup Usia

    Personil grup Bee Gees, Robin Gibb, wafat dalam usia 62 tahun, Ahad (20/5). Gibb menghembuskan napas terakhir setelah sekian lama berjuang melawan kanker kolorektal yang dideritanya.  

   "Keluarga Robin Gibb, anggota Bee Gees, mengumumkan dengan duka yang sangat dalam bahwa Robin telah meninggal hari ini, menyusul perjuangan panjangnya menghadapi kanker dan operasi usus," demikian pernyataan yang disampaikan dalam situs resmi Gibb.

     "Keluarga telah meminta agar privasi mereka dihormati dalam waktu yang sangat sulit."
READMORE
 

L'arc En Ciel Menggebrak Jakarta

       Band rock asal Jepang, L’Arc-en-Ciel (Laruku), akhirnya menggelar konser di Indonesia pada Rabu (2/5) malam di Lapangan D Senayan, Jakarta Selatan. Ribuan penggemar pun memadati lokasi pertunjukan dan hanyut dengan suasana konser.

    Euforia pun sudah mulai terasa walau Laruku belum memasuki panggung. Sorakan para penggemar pun menggema begitu layar lebar di dekat panggung memutar video L'arc en Ciel World Tour 2012′. Dan akhirnya, Hyde, Tetsuya, Ken, dan Yuki, naik ke atas panggung dan membuat penonton semakin tak sabar melihat aksi mereka.
READMORE
 

Siapa Yang Gak Kenal Gugun Blues Shelter


    Lima tahun lalu Gugun Blues Shelter belum begitu dikenal. Daerah kekuasaanya masih terbatas pada komunitas pecinta Classic Rock juga blues yang tersebar di sejumlah cafe ataupun festival-festival musik dalam ataupun luar negeri.

    Namun kini semuanya telah berubah. Gugun, Jono dan Bowie terus dikenal -bahkan disebut sebagai pionir- dalam perkembangan dan mengenalkan musik blues pada generasi muda tanah air yang saat ini terkontaminasi musik yang seragam.

    Blues yang tadinya "Haram" tampil di acara musik dan "joget'"bareng di pagi hari itu justru mendadak jadi primadona. Begitu juga untuk urusan off air. Jika sebelumnya hanya berkutat di cafe dan komunitas, kini pangsa pasar GBS meluas ke acara pensi sekolah. Masih belum cukup, GBS juga mendapat kontrak album di salah satu label internasional asal Kanada, Grooveyard Record.
READMORE
 

Dream Theater Guncang Jakarta



   "Jakarta...Jakarta...Jakarta," teriak vokalis Dream Theater James LaBrie lantang. Teriakan itu langsung disambut suara gemuruh ribuan penonton yang sedari sore menanti penampilan para profesor itu.

   Tanpa basa-basi Dream Theater menyodorkan lagu Build Me Up Break Me Down. Sontak penonton berjingkrak sambil berteriak kegirangan. Konser Dream Theater di Mata Elang International Stadium, Ancol itu terasa panas membakar.

   Konser bertajuk Djarum Super Dream Theater World Tour 2012 dibuka dengan lagu Bridges in the Sky. Pembukaan konser tidak mulus karena tata suara pecah dan layar proyektor tidak memunculkan gambar sempurna.
READMORE
 

Stevie Ray Vaughan, The Legend of Blues


     Stephen "Stevie" Ray Vaughan (SRV) lahir di Dallas, Texas (3 Oktober 1954 - 27 Agustus 1990) adalah seorang legenda gitar blues Amerika, yang dikenal sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah musisi blues.

    Pada akhir 1970-an Vaughan membentuk sebuah band Double Trouble dengan drummer Chris Layton dan bassis Jackie Newhouse. Sang bassis Newhouse keluar dan digantikan oleh Tommy Shannon pada tahun 1981. Pada saat itu Double Trouble sangat populer di daerahnya, Dallas. Sehingga menarik perhatian David Bowie dan Jackson Browne, dan vaughan diajak bermain di album dengan mereka. Bowie pertama kali melihat Vaughan di Montreux Jazz Festival di mana awalnya beberapa penonton tidak menyukai musik blues vaughan karena kerasnya permainan bluesnya, banyak yang mencemoohkan Vaughan, tetapi sebagian besar penonton menyukainya.
READMORE
 

Ibu Alex dan Eddie Van Halen Berasal Dari Rangkasbitung

    Siapa yang tidak kenal dengan Van Halen. Band yang dimotori oleh Eddie Van Halen (gitar), Alex Van Halen, Michael Anthony (bass) dan David Lee Roth (vocal) ini merupakan salah satu rock band legendaris asal Amerika yang begitu melejit di era 80'an-90,an. Dan akhir-akhir ini pun dunia maya terutama Facebook dan Twitter sedang dihebohkan dengan band yang satu ini, bukan mengenai kemunculan album baru mereka, ataupun konser yang akan mereka gelar, namun berita mengenai latar belakang orang tua Eddie dan Alex Van Halen. Pasalnya dari salah satu wawancara duo Van Halen ini oleh rekannya sendiri, David Lee Roth, Eddie Van Halen secara jelas mengatakan bahwa Ibu mereka adalah orang Rangkasbitung (Banten).
READMORE
 

Tama Drum Clinic Tour

TAMA DRUM CLINIC TOUR
DEAN BUTTERWORTH
Good Charlotte, Ben Harper, Morrissey

19 Mei 2012
Balikpapan, Kaltim. Opening by: Ikmal Tobing (Triad)
Start 15:45 - selesai
Grand Jatra Hotel Balikpapan
Jalan Jendral Sudirman No.47 Tlp.0542-721388

 20 Mei 2012
Mario's Place, Jakarta. Opening by: Andyan (Deadsquad)
Start 16:45 - selesai
Mario's Place. Cikini Raya 2-4 Ged Menteng Lantai 2,
Cikini, Menteng Jakarta. Tlp.021-39831851
READMORE
 

Sabian Day 2012

“Dalam naungan sebuah Cymbal bernama Sabian, Sabian Day akan menggetarkan jalanan di pusat kota Jakarta”.
 
Sabian Day II – 2012 akan diselenggarakan pada :
•    Kamis, 29 Maret 2012 – Tempat Auditorium BPPT
•    Open Gate -  04.00 PM

Endorser pendukung acara yaitu :
1.    Adri – Nidji
2.    Brian – Shela On 7
3.    Ikmal Tobing – Triad
4.    Fajar Satritama – Edane
5.    Agung Gimbal – Dewa 19
6.    Eno – Netral
7.    Ray – Monster Kids Drummer 

READMORE
 

Tohpati Bentuk Band Rock Mainstream


    Tohpati memberi kejutan baru di belantika musik Indonesia dengan membentuk band baru yang beraliran mainstream. Tidak, anda tidak salah. Ini memang Tohpati yang itu. Bahkan baru kemarin band yang ia beri nama SuperSonic ini merilis video klip perdananya yang berjudul Khayalanku.

    SuperSonic terdiri dari 3 personel yaitu Glenn Waas (Vocal), Tohpati (gitar), dan Kristian (bass). Nama Glenn Waas sebelumnya lebih dikenal sebagai salah satu kontestan Indonesian Idol 2. Bagi Tohpati sendiri ini adalah project band rock mainstream pertamanya yang benar-benar terdengar lepas dari ciri jazzy nya yang selama ini selalu melekat pada dirinya baik di project solo, Tohpati Bertiga, Tohpati Ethnomission, Trisum, Simak Dialog, dan lain sebagainya. Sebenarnya musik rock mainstream bukan barang baru bagi Tohpati. Ketika awal mula bermain gitar,
READMORE
 

Metallica Umumkan Rencana Ulang Tahun ke-30


Tahun ini Metallica akan genap berusia 30 tahun. Untuk memperingati usia istimewa ini, James Hetfield cs berencana menggelar konser spesial. Seperti apa rencana konser ulang tahun bersejarah ini?

Untuk menandai ulang tahun bersejarah ini, Metallica akan menggelar konser khusus anggota Met Club (Metallica Club) pada tanggal 5, 7, 9, dan 10 Desember di San Francisco. James Hetfield cs berjanji bahwa mereka akan mendatangkan sejumlah bintang tamu untuk ikut tampil dalam konser ini serta menampilkan lagu-lagu yang jarang dibawakan di konser-konser sebelumnya. Tak hanya itu, bahkan harga tiket yang dipatok memakai standar harga tahun 80'an yaitu $6,00 (Enam Dollar) untuk tiap show. Harga ini sengaja dipatok murah untuk mengingatkan kembali berapa harga tiket yang pernah dikeluarkan penonton untuk menonton Metallica saat band ini baru memulai kiprahnya.
READMORE
 

Slash, Sang Gitaris Legendaris Dari Pinggiran Kota London

   Saul Hudson  atau biasa kita kenal dengan nama Slash, adalah seorang gitaris berkebangsaan Amerika-Inggris. Slash lahir di pinggiran kota London pada 23 Juli 1965. Ayah Slash, adalah seorang seniman berkebangsaan Inggris yang pernah menyumbang assambel pada musisi sekelas Neil Young dan Joni Mitchell. Sedangkan ibu Slash, Ola Hudson adalah seorang desainer yang bekerja untuk David Bowie.

   Awalnya, Slash hanya mencintai permainan sepeda BMX yang sangat popular pada saat itu. Namun setelah orang tuanya berpisah, ia menjadi tertarik pada gitar satu senar pemberian neneknya sebelum ia dikeluarkan dari sekolah. Obsesinya dalam menekuni dunia gitar didapatnya saat dia mendengar lagu dari band papan atas Aerosmith dalam album Rocks.
READMORE
 

Jimi Hendrix, King of Blues


   Musik Rock dikembangkan dari musik Blues asal Mississipi di Amerika, dan salah satu gitaris yang menonjol di masa awal kelahirannya adalah adalah gitaris Jimi Hendrix. Perjalanan karirnya sangat pendek, namun namanya punya gaung sangat panjang. Bahkan hingga hari ini. Dialah Jimi Hendrix. Usianya tidak sampai 28 tahun, tetapi masih tetap dipuja meski sudah 30 tahun ia meninggal dunia. Lahir di King Country Hospital, Seattle, Washington pada 27 November 1942. Dengan nama Johnny Allen Hendricks. Ia putra sulung pasangan Alex Hendricks yang Afro-Amerika Meksiko dan Lucille, seorang Indian Cherokee. Nama itu merupakan pemberian ibunya, yang kemudian diubah oleh sang ayah menjadi James Marshall Hendricks pada saat Hendrix kecil berusia 4 tahun. Kedua orangtuanya kemudian berpisah saat Jimi berumur tiga tahun.

   Alex yang bekerja sebagai tukang sapu, menghidupi keluarganya dengan susah payah. Jimi kecil pun sering membantu ayahnya menyapu, dan dengan sapu itulah ia pertama kali bergaya bak seorang gitaris. Ia sering menirukan gaya duckwalk khas Chuck Berry. Sang ayah ternyata sering memperhatikan sikap puteranya.
READMORE